(Vibiznews – Indeks) – Kospi semakin kuat di tertinggi 2 bulan pada perdagangan Senin 8 Agustus, meski ditutup hampir flat oleh tekanan saham teknologi.
Kekuatan rally Kospi dalam 4 hari berturut dibatasi oleh anjloknya saham teknologi besar akibat posisi penguatan dolar AS.
Sentimen tertekan oleh rilis laporan NFP AS yang sangat kuat mendukung sikap Federal Reserve menaikkan kembali suku bunga dengan agresif.
Investor asing telah menjadi pembeli bersih selama 7 sesi berturut-turut dan hari ini membuat 576 saham ditutup menguat.
Sentimen terangkat harapan penurunan harga minyak dapat mengindikasikan inflasi akan segera mencapai puncaknya.
Tetapi ketegangan AS-China atas perjalanan Pelosi tetap menjadi faktor yang sudah ketakutan oleh kemungkinan perlambatan global dan lonjakan inflasi
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (Kospi) ditutup naik 2,3 poin atau 0,09 persen menjadi 2.493,10.
Namun untuk indeks Kospi200 berjangka ditutup melemah 0,27 poin atau 0,08% ke posisi 327.23, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 327.45 dan posisi terendah di 325.21.
Secara sektoral unggulan teknologi dan perusahaan pelayaran melemah sementara itu saham pembuat baja dan perusahaan otomotif berakhir lebih tinggi.
Saham teknologi unggulan seperti saham Samsung Electronics turun 1,14 persen dan raksasa chip SK hynix turun 2,23 persen.
Saham pelayaran seperti saham peti kemas terkemuka HMM turun 3,65 persen.
Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham Hyundai Motor naik 0,77 persen , saham POSCO Holdings naik 0,21 persen dan saham Celltrion juga naik 3,3%.



