Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Kuat

583
Survei Penjualan Eceran
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy & Business) – Bank Indonesia merilis hasil survey penjualan eceran bulan Agustus 2022.

Prakiraan Indeks Penjualan Riil (IPR)

Kinerja penjualan eceran diprakirakan tetap kuat pada Agustus 2022. Hal ini tercermin dari prakiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2022 sebesar 202,8, atau tumbuh 5,4% (yoy). Meski melambat dari bulan sebelumnya 6,2% (yoy). Ini terutama didukung oleh peningkatan penjualan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (7,6%, yoy), sementara sebagian besar kelompok lain masih tercatat tumbuh positif.

Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh 1,3% (mtm) setelah sebelumnya mengalami kontraksi selama 3 bulan terturut-turut. Hal ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta perbaikan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

Realisasi Indeks Penjualan Riil (IPR)

Pada periode Juli 2022, hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh lebih tinggi. Tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2022 yang tercatat sebesar 200,2, atau tumbuh 6,2% (yoy). Meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,1% (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada hampir seluruh kelompok barang. Diantaranya pada Subkelompok Sandang (59,4%, yoy) dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (67,2%, yoy).

Secara bulanan, pertumbuhan penjualan eceran pada Juli 2022 tercatat -3,1% (mtm), membaik dari -11,8% (mtm) pada bulan sebelumnya. Ini terutama pada Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Subkelompok Sandang, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.

Prakiraan Penjualan Ke Depan

Responden memperkirakan penjualan eceran pada Oktober 2022 dan Januari 2023 (3 dan 6 bulan yad) menurun. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Oktober 2022 dan Januari 2023 masing-masing tercatat sebesar 148,7 dan 155,8, atau turun dibandingkan 149,6 dan 157,0 pada bulan sebelumnya. Secara spasial, penurunan penjualan terjadi di kota Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Prakiraan Harga Ke Depan

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Oktober 2022 menurun dan Januari 2023 meningkat. Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2022 tercatat 135,3, lebih rendah dari 137,5 pada bulan sebelumnya. Sementara IEH Januari 2023 tercatat 144,7 atau lebih tinggi dari 138,5 pada bulan sebelumnya.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting