(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (5/1) terpantau melemah cukup signifikan 117,530 poin (1,73%) ke level 6.695,709, setelah dibuka turun ke level 6.724,770.
IHSG tergerus di hari keduanya berlawanan arah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat dipimpin Hang Seng mengikuti Wall Street yang naik mengabaikan risalah the Fed yang masih akan menaikkan suku bunganya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,18% atau 28 poin ke level Rp 15.615. Sedangkan dollar AS di pasar uang Asia terpantau turun tipis setelah melemah di sesi global sebelumnya; cenderung lemah setelah minutes the Fed tidak menunjukkan besaran kenaikan bunga berikutnya sehingga kurang mengangkat dollar.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.587.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 88,469 poin (1,30%) ke level 6.724,770. Sedangkan indeks LQ45 turun 12,709 (1,37%) ke level 915,823. Siang ini IHSG melemah 117,530 poin (1,73%) ke level 6.695,709. Sementara LQ45 terlihat turun 1,74% atau 16,186 poin ke level 912,346.
Tercatat sebanyak 103 saham naik, 480 turun dan 107 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 803.732 kali transaksi sebanyak 13,145 miliar lembar saham senilai Rp 6,952 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,41%, dan Shanghai yang naik 1,18%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Jago (ARTO) -6,84%, Medco (MEDC) -6,51%, Adaro Minerals (ADMR) -5,79%, dan Indika (INDY) -5,70%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak tergerus lumayan tajam di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini bias menguat mengikuti Wall Street yang naik mengabaikan risalah the Fed.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berusaha mengurangi loss-nya karena sudah di oversold area-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.987 dan 7.128. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.683, dan bila tembus ke level 6.607.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



