(Vibiznews – IDX Stocks) – PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan kode saham BBNI mengalami peningkatan kinerja pada Q4 2022.
Laba bersih tumbuh 47% YoY menjadi Rp4,6 triliun dibandingkan Rp3,2 triliun pada Q4 2021.
Pendapatan bunga naik 23% YoY dan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income atau NII) naik 16% YoY menjadi Rp11,1 triliun.
Dibandingkan dengan Q3 2022 (QoQ), laba bersih BBNI turun 5,5%. Pendapatan bunga bersih naik 5%, tetapi kenaikan beban operasional sebesar 12,7% menjadi penyebab penurunan laba bersih.
Secara kumulatif selama 12M22 (FY22), laba bersih BBNI tumbuh 68% YoY menjadi Rp18,3 triliun dibandingkan Rp10,9 triliun pada FY21.
Hal ini didorong pendapatan bunga bersih (Net Interest Income atau NII) yang naik 8% dari Rp38,2 triliun pada FY21 menjadi Rp41,3 triliun pada FY22.
Selain itu, beban provisi turun signifikan sebesar 37,1% dari Rp18,3 triliun menjadi Rp11,5 triliun.
Dari segi operasional, total pinjaman yang disalurkan meningkat 10,9% YoY menjadi Rp646,2 triliun.
Total dana pihak ketiga juga mengalami kenaikan 5,5% YoY menjadi rp769,3 triliun, didukung oleh tabungan dan giro (CASA) yang meningkat 10,1% YoY, sedangkan deposito turun 5%.
Kualitas aset juga mengalami perbaikan, dimana gross Non-Performing Loan (NPL) turun 90 basis poin dari 3,7% pada FY21 menjadi 2,8% pada FY22.
Pencapaian laba bersih BBNI pada FY22 melampaui (mencapai 103,5%) dari estimasi laba bersih FY22 konsensus analis senilai Rp17,7 triliun.
Dan Manajemen BBNI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7-9% pada tahun 2023 ini.
Untuk kinerja saham BBNI pada 12 bulan terakhir telah meningkat 27.46% ke harga Rp9050 per lembar pada penutupan bursa hari ini, Selasa (24/01).
Selasti Panjaitan/Vibiznews/Head of Wealth Planning



