(Vibiznews – Indeks) – Indeks Hang Seng perdagangan hari Kamis (2/2) alami penurunan cukup signifikan merespon data PDB 2022 yang kontraksi.
Pertumbuhan ekonomi Hong Kong menyusut 4,2% pada Q4-2022, penurunan keempat berturut-turut, yang menyebabkan kontraksi sebesar 3,5% untuk setahun penuh 2022.
Sentimen juga dibebani oleh pembatasan ekspor AS terhadap industri semikonduktor China demi memperlambat kemajuan teknologi saingannya.
Investor juga berhati-hati menjelang keputusan suku bunga dari ECB dan Bank of England hari ini yang akan menaikkan suku bunganya.
Indeks harian Hang Seng turun 0,52% berakhir pada 21.958,36 dengan indeks saham Cina Enterprise (HSCE) anjlok 0,72% ke posisi 7,505.79.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2023 bergerak flat dengan menguat 1 poin ke posisi 22090.
Hampir semua sektor melemah, yang dipimpin oleh saham properti, keuangan, dan konsumen.
Saham properti seperti Country Garden Services anjlok hampir 6%, diikuti oleh Country Garden Hlds. (-4%).
Saham konsumen seperti saham Geely Auto (-3,3%), Fosun Intl. (-2,3%), Meituan (-1,9%).



