(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah WTI dan Brent di pasar komoditas sesi Eropa hari Senin 6 Maret melemah setelah rally 4 hari berturut.
Harga minyak WTI yang sempat mendaki ke kisaran tertinggi 3 pekan, meluncur oleh profit taking.
Harga minyak jenis Brent sempat berada di kisaran $85 dan turun ke kisaran $83 per barel.
Harga minyak tertekan berita target pertumbuhan ekonomi China yang sederhana untuk tahun ini.
PM China Li Keqiang mengumumkan target PDB hanya sebesar 5% untuk China pada tahun 2023 di Kongres Rakyat Nasional tahunan pada hari Minggu, lebih rendah dari ekspektasi.
Investor juga terus mencemaskan prospek pengetatan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve AS karena upayanya untuk menurunkan inflasi kembali sesuai target.
Selain itu data EIA menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik 1,166 juta barel dalam pekan yang berakhir 24 Februari, jauh lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Sementara itu ada berita melaporkan keretakan yang tumbuh antara dua produsen terbesar OPEC, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dapat menyebabkan lebih banyak pasokan.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $0,15 atau 0,20% pada $79,50 per barel.
Namun harga minyak mentah jenis Brent yang merupakan acuan dunia turun 0,32%, atau $0,26, menjadi $85,55 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak Brent dan juga minyak WTI diperkirakan dalam trend yang bearish.
Sehingga untuk minyak WTI dapat meluncur ke support harian di 78.20 – 77.44, namun jika bergerak sebaliknya akan mendaki ke kisaran resisten hariannya di 80.05 – 81.50,
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



