(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street awal pekan berakhir sedikit lebih tinggi oleh lonjakan saham energi dalam perdagangan yang fluktuatif pada Selasa dinihari (4/4).
Indeks Dow Jones ditutup dengan kenaikan 0,98% pada 33.601,15, S&P 500 berakhir naik 0,37% ke 4.124,51, sedangkan Nasdaq melemah 0,27% ke 12.189,45.
Lonjakan saham energi merespon pengumuman OPEC+ yang mengejutkan untuk mengurangi produksi sebesar 1,16 juta barel per hari.
Pemotongan produksi berlaku mulai Mei dan berlangsung hingga akhir tahun. Arab Saudi beralasan sebagai tindakan pencegahan yang bertujuan mendukung stabilitas pasar minyak.
Namun lonjakan tajam harga minyak telah menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga.
Dari laporan ekonomi AS, data PMI ISM Manufaktur AS berkontraksi pada tingkat yang sedikit lebih cepat di bulan Maret, turun menjadi 46,3 di bulan Maret.
Dengan penurunan yang lebih besar dari perkiraan, PMI manufaktur turun ke level terendah sejak mencapai 43,5 pada Mei 2020.
Saham energi yang melonjak seperti Chevron naik 4%, Saham Marathon Oil naik hampir 10% dan saham Halliburton naik 8%.
Selain saham energy, lonjakan Dow Jones juga disumbang oleh saham United Health naik 4,57%, Boeing naik 1,3% dan Merck naik 2,33%.



