(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Isyu arah kebijakan moneter ketat the Fed diperdebatkan pasar, antara kemungkinan berhenti atau masih berlanjut lebih lambat.
- Pergerakan pasar cenderung terbatas, USD rebound perlahan dan bursa saham terkoreksi agak sempit.
- Pasar akan monitor pekan mendatang, antara lain, rilis GDP AS (Kamis malam WIB), Core PCE Price AS dan GDP Jerman pada Jumat malamnya.
Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas lanjut terkoreksi, dan US dollar menguat bertahap.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 24-28 April 2023.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan rebound dari 5 minggu bearish-nya walau di 2 hari terakhir balik terkoreksi oleh estimasi investor bahwa the Fed segera akan mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneternya di tengah melambatnya prospek ekonomi AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 101.72. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik tipis ke 1.0988. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1000 dan kemudian 1.1076, sementara support pada 1.0909 dan 1.0831.
Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2442 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2475 dan kemudian 1.2547, sedangkan support pada 1.2344 dan 1.2274. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 134.10 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 135.14 dan 137.00, serta support pada 132.02 serta level 130.62. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6690. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6806 dan 0.6921, sementara support level di 0.6677 dan 0.6619.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed di tengah pasar sedang mencari arah kebijakan moneter global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 28,564. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28,778 dan 29,223, sementara support pada level 27,854 dan 26,632. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20,075. Minggu ini akan berada antara level resistance di 20,864 dan 21,005, sementara support di 19,885 dan 19,109.
Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah, di antara rilis laporan keuangan emiten yang cenderung mengecewakan. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 33,809, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,803 dan 34,331, sementara support di level 33,586 dan 32,682. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 4,129.7, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,172 dan 4,195, sementara support pada level 4,068 dan 4,020.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi di pekan keduanya oleh estimasi investor the Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi AS, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,982.92 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $2015 dan berikut $2045, serta support pada $1969 dan $1949.
Pasar investasi, kadang demikian, suatu saat seperti terpuruk. Situasi demikian sering membuat investor gamang, kapan untuk entry atau exit di pasar. Mau masuk, takut merosot lagi. Mau keluar, siapa tahu nanti pasar rebound. Tidak keluar, jangan-jangan profit bisa berbalik loss.
Di sinilah perlunya analisis pasar, baik teknikal maupun fundamental. Kalau Anda masih kurang menguasainya, Anda harus belajar. Biaya belajar itu adalah sebuah investasi. Return-nya pasti lebih tinggi dan berdampak jangka panjang. Sekali lagi: jangan lupa belajar, dan belajar terus! Sukses bagi investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



