(Vibiznews – IDX Stocks) – Usai libur panjang Lebaran 2023 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan lebih bergairah.
Volume transaksi diyakini akan mulai menggeliat apalagi sebelum libur Bursa, IHSG cenderung melemah akibat aksi ambil untung (profit taking).
Secara historis volume transaksi saham di bulan Ramadan memang selalu lebih sepi dibandingkan hari-hari biasanya, namun setelah lebaran bisa berharap akan kembali ke level sebelumnya dan pergerakan ini bisa mendukung kenaikan harga indeks saham.
Indonesia memiliki sentimen positif di dalam negeri, apalagi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 April kemarin memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Kebijakan ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan diharapkan dapat menopang pergerakan IHSG menjelang pertemuan Bank Sentral AS (The Fed) pada 2–3 Mei mendatang.
IHSG banyak didukung faktor sentimen dalam negeri yang akan dukung kenaikan harga indeks saham di 6.780-6.880 dimana minggu setelah libur Lebaran, banyak emiten akan merilis laporan keuangannya yang diikuti pembagian dividen.
Demikian juga dengan kinerja emiten pada kuartal II 2023 yang dapat tumbuh didukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional (GDP) yang akan mendorong konsumsi dalam negeri meski di tengah ketidakpastian global.
Katalis dalam negeri lainnya terutama dari sisi makro adalah PMI indeks yang masih pada level ekspansif yakni di level 51,9 pada periode Maret 2023, Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimis pada level 123.
Selasti Panjaitan/Vibiznews/Head of Wealth Planning



