(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Rupiah dan IHSG berakhir terkoreksi secara mingguannya, menjelang libur panjang pekan mendatang.
- RDG BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI7DRR pada level 5,75%, sesuai perkiraan pasar.
- Menurut BI pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 26-27 June 2023.
===
Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah, dikoreksi oleh profit taking menjelang libur panjang pada pekan mendatang, dengan investor asing net sell sekitar Rp1 triliun. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0,88%, atau 58,814 poin, ke level 6.639,733. Untuk minggu berikutnya (26-27 Juni 2023), minggu pendek terpotong libur dan cuti bersama 3 hari, IHSG kemungkinan akan masih konsolidatif dalam bias melemah, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.745 dan 6.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.578, dan bila tembus ke level 6.542.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu melemah di minggu keduanya, sempat bertengger di sekitar 3 bulan terendahnya, di tengah BI yang mempertahankan suku bunganya, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,41% ke level Rp 15.013. Sementara, dollar global terpantau rebound secara mingguannya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan melaju ke resistant, atau kemungkinan rupiah dalam bias koreksi lalu bertahan, dalam range antara resistance di level Rp15.052 dan Rp15.125, sementara support di level Rp14.819 dan Rp14.696.
Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir stabil secara mingguannya, terlihat dari pergerakan flat yield obligasi dan berakhir ke 6,305% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah kembalinya aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury berakhir menurun terbatas secara mingguan.
===
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Juni 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor.
Perbaikan ekonomi Indonesia dikonfirmasi oleh hasil survei Bank Indonesia tentang keyakinan konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif, serta indikator dini Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3%.
Berdasarkan data transaksi 19 – 22 Juni 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp2,22 triliun, terdiri dari beli neto Rp3,26 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp1,05 triliun di pasar saham.
===
Ketrampilan seorang investor pada masa-masa ini seperti sedang diuji. Situasi pasar yang sebagian agak sideways, sebagian lagi sedang dalam tren-tren jangka menengah sehingga dibutuhkan kemampuan analisis yang jeli supaya tidak salah dalam mengambil keputusan investasi, baik untuk masuk ataupun keluar pasar. Ketrampilan biasanya berbanding lurus dengan pengalaman atau jam terbang. Ini juga yang sering menjadi kendala bagi banyak investor karena masih memiliki banyak aktivitas lain di samping trading investasi.
Bagi Anda yang sering tidak cukup punya waktu, vibiznews.com adalah sobat investasi Anda. Kami memang ada di bidang ini, siang dan malam, tanpa henti untuk juga membantu Anda. Untuk Anda yang telah mengalaminya, disampaikan terimakasih untuk para members yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



