(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (21/8) terpantau menguat 21,223 poin (0,31%) ke level 6.881,135 setelah dibuka naik ke level 6.876,794.
IHSG bergerak perlahan di zona hijau mengikuti regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat setelah bank sentral China memangkas suku bunga kreditnya serta Wall Street yang di akhir pekan ditutup variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,09% atau 14 poin ke level Rp 15.319, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun tipis setelah melandai 2 hari di sesi global sebelumnya; bertahan di sekitar 2 bulan tertingginya sebagai safe haven dan perkiraan the Fed masih mempertahankan kebijakan moneter ketatnya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.305, terpantau di di atas oversold area-nya, sekitar level 21 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 16,882 poin (0,25%) ke level 6.876,794. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,333 poin (0,24%) ke level 959,043. Pagi ini IHSG menguat 21,223 poin (0,31%) ke level 6.881,135. Sementara LQ45 terlihat naik 0,29% atau 2,736 poin ke level 959,446.
Tercatat saat ini sebanyak 217 saham naik, 227 saham turun dan 206 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street akhir pekan ditutup mixed dengan Dow Jones menguat tetapi S&P 500 dan Nasdaq melemah di tengah kelesuan pasar. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias melemah, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,95%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,80%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka menguat dari koreksi 2 hari sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed setelah Wall Street di akhir pekan ditutup variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih agak konsolidatif dengan bias menguat, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.966 dan 6.989. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.800, dan bila tembus ke level 6.622.
.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group