(Vibiznews – Commodity) Emas merosot ke level terendahnya dalam enam bulan pada hari Kamis karena spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Emas spot berakhir turun 0,56% menjadi $1,864.92 per ons, level terendah sejak Maret.
Emas berjangka AS ditutup 0,65% lebih rendah pada $1,878.60.
Imbal hasil Treasury naik ke level tertinggi dalam 16 tahun, meningkatkan opportunity cost memegang emas dengan imbal hasil nol.
Namun pelemahan dolar AS, yang membuat harga emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri, membatasi penurunan lebih lanjut harga emas batangan.
Reaksi emas terhadap data yang menunjukkan perekonomian AS mempertahankan laju pertumbuhan yang cukup kuat pada kuartal kedua, dan laporan mingguan terpisah yang menunjukkan kenaikan klaim pengangguran awal sedikit lebih rendah dari perkiraan, tidak terlalu berpengaruh.
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Rabu bahwa belum jelas apakah bank sentral telah selesai menaikkan suku bunga.
Fokus investor kini beralih ke data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati data PCE Price Index AS bulan Agustus, yang jika terealisir naik, akan menguatkan dolar AS dan menekan harga emas. Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $1,836-$1,813. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $1,878-$1,898.



