(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York pada hari Selasa berakhir naik ke level tertinggi dalam 3-3/4 bulan terdukung penguatan mata uang Real Brasil.
Harga kopi Arabika kontrak bulan Desember berakhir naik 1,39% pada 168,15.
Reli real Brasil ke level tertinggi dalam 3 minggu merupakan bullish untuk harga kopi arabika. Penguatan riil menghambat penjualan ekspor dari produsen kopi Brazil.
Menyusutnya persediaan kopi mendukung harga kopi karena persediaan kopi arabika yang dipantau ICE pada hari Selasa turun ke level terendah dalam 11-1/2 bulan di 410,171 kantong.
Pasokan kopi global menyusut setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) pada tanggal 14 September melaporkan bahwa ekspor kopi global selama Oktober-Jul turun -5,7% y/y menjadi 103,736 juta kantong. Selain itu, Federasi Petani Kopi Kolombia melaporkan pada tanggal 9 Agustus bahwa ekspor kopi Kolombia pada bulan Juli turun -17% y/y menjadi 846.000 kantong. Kolombia adalah produsen biji kopi arabika terbesar kedua di dunia. Namun, Honduras, negara penghasil kopi terbesar di Amerika Tengah, melaporkan pada tanggal 31 Juli bahwa ekspor kopinya naik +63% y/y di bulan Juli menjadi 828,499 kantong.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan mencermati pergerakan mata uang Real Brasil, dimana jika dolar AS bergerak turun dan menguatkan Real Brasil, akan kembali mengangkat harga kopi Arabika. Harga kopi Arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 168,54-168,97. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 167,78-166,91.



