(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (25/10) terpantau menguat cukup signifikan 63,468 poin (0,93%) ke level 6.870,230 setelah dibuka naik ke level 6.842,994.
IHSG bangkit di hari keduanya dari posisi 3,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Hang Seng, mengikuti Wall Street yang dini hari tadi berakhir kompak menguat mencermati data laporan keuangan emiten.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,06% atau 17 poin ke level Rp 15.865, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat di sesi global sebelumnya; sedikit terkoreksi setelah rebound oleh data manufaktur AS yang ke luar dari kontraksi menimbulkan harapan atas ekonomi AS dan kenaikan bunga the Fed nantinya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.855, serta terpantau dekat dengan level 3,5 tahun terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 36,232 poin (0,53%) ke level 6.842,994. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,839 poin (0,64%) ke level 914,808. Pagi ini IHSG menguat 63,468 poin (0,93%) ke level 6.870,230. Sementara LQ45 terlihat naik 1,14% atau 10,386 poin ke level 919,355.
Tercatat saat ini sebanyak 304 saham naik, 188 saham turun dan 200 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street dini hari tadi ditutup serempak menguat, beralih mencermati data laporan keuangan emiten dan pergerakan yields US Treasury. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,30%, dan Indeks Hang Seng yang melejit 2,51%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka lanjutkan rebound kemarin oleh bargain hunting, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias menguat mengikuti Wall Street yang dini hari tadi berakhir juga kompak menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona hijau melanjutkan rebound dan searah regional, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.925 dan 6.993. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.731, dan bila tembus ke level 6.711.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



