Harga Gula Kamis Bergerak Turun Setelah Naik Tertinggi 12 Tahun

462
gula

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Rabu berakhir naik ke level tertinggi dalam 12 tahun terpicu pengetatan pasokan gula global.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 ditutup menguat 0,36% pada 27,63.

Prospek pasokan gula global yang lebih ketat memberikan dampak positif terhadap harga. Pada hari Senin, Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula global pada tahun 2023/24 (Oktober-Sep) akan turun -1,2% y/y menjadi 174,8 MMT, dan akan terjadi defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -2,1 MMT.

Harga gula telah meningkat tajam tahun ini dan mencatatkan rekor tertinggi dalam 12 tahun terakhir di tengah kekhawatiran mengenai berkurangnya pasokan gula global. Pada tanggal 5 September, Alvean, pedagang gula terbesar di dunia, mengatakan pihaknya memperkirakan defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -5,4 MMT, yang merupakan tahun keenam kelangkaan gula, karena India mungkin membatasi ekspor gula dan petani Thailand menanam singkong yang lebih menguntungkan dibandingkan tebu.

Terpantau hari Kamis ini harga gula bergerak turun 0,29% pada 27,55. Pelemahan harga gula terpicu penguatan dolar AS yang menekan harga komoditas seperti gula.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat tertekan jika penguatan dolar AS terus berlanjut. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 27,14-26,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 27,76-28,00.