(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir naik pada hari Rabu terbantu pengetatan pasokan kakao global.
Harga kakao kontrak bulan Desember ditutup naik 0,16% pada 3.735.
Pada hari Senin, kakao NY mencatat rekor tertinggi dalam 6 minggu di tengah tanda-tanda ketatnya pasokan kakao global.
Data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 170,794 MT kakao ke pelabuhan pada tanggal 1-22 Oktober, turun -16,3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia. Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan-pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun selama empat bulan terakhir ke level terendah 1-1/2 tahun pada hari Jumat lalu.
Harga kakao cenderung lebih tinggi selama setahun terakhir, salah satunya disebabkan oleh hujan lebat yang baru-baru ini terjadi di Afrika Barat, yang menyebabkan penyebaran penyakit busuk buah. Penyebaran penyakit yang menyebabkan buah kakao menjadi hitam dan busuk ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan produksi tanaman kakao serta mendorong pasar kakao global mengalami defisit selama tiga tahun pada musim 2023/24.
Terpantau pada hari Kamis, harga kakao bergerak naik 0,54% pada 3.755, terpicu pengetatan pasokan kakao global.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao dapat terangkat pengetatan pasokan global yang masih berlanjut. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 3.784-3.800. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.721-3.701.



