(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Kamis turun terpicu peningkatan produksi gula Brasil.
Harga gula kontrak bulan Maret 2024 ditutup merosot 2,14% pada 27,04.
Unica melaporkan bahwa produksi gula Brasil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan Oktober naik +22% y/y menjadi 2,247 MMT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Oktober naik +23,6% y/y menjadi 34,862 MMT.
Selain itu, 49,44% tebu yang dihancurkan digunakan untuk produksi gula tahun ini, meningkat dari 45,63% tahun lalu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan produksi gula Brasil, yang jika sentimen peningkatan produksi terus berlanjut, akan menekan harga gula. Juga akan dicermati pergerakan dolar AS yang akan mencermati data PCE Price Index bulan September, dimana jika dolar AS menguat akan menekan harga gula dan sebaliknya jika dolar AS menurun akan menguatkan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 26,87-26,61. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 27,20-27,46.



