Rekomendasi Mingguan Gula 30 Oktober – 3 November 2023 : Memperhatikan Proyeksi Penurunan Produksi Global dan Pergerakan Dolar AS

435
gula

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik terpicu pengetatan produksi.

Pada sebagian besar penutupan minggu ini sejak Senin hingga Rabu dan dilanjutkan penutupan di akhir pekan hari Jumat, harga gula berakhir melonjak terdukung prospek pengetatan pasokan gula.

Prospek pasokan gula global yang lebih ketat memberikan dampak positif terhadap harga. Pada hari Senin, Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula global pada tahun 2023/24 (Oktober-Sep) akan turun -1,2% y/y menjadi 174,8 MMT, dan akan terjadi defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -2,1 MMT.

Harga gula telah meningkat tajam tahun ini dan mencatatkan rekor tertinggi dalam 12 tahun terakhir di tengah kekhawatiran mengenai berkurangnya pasokan gula global. Pada tanggal 5 September, Alvean, pedagang gula terbesar di dunia, mengatakan pihaknya memperkirakan defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -5,4 MMT, yang merupakan tahun keenam kelangkaan gula, karena India mungkin membatasi ekspor gula dan petani Thailand menanam singkong yang lebih menguntungkan dibandingkan tebu.

Namun pada hari Kamis harga gula sempat berakhir menurun terpicu peningkatan produksi gula Brasil. Unica melaporkan bahwa produksi gula Brasil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan Oktober naik +22% y/y menjadi 2,247 MMT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Oktober naik +23,6% y/y menjadi 34,862 MMT.

Secara mingguan harga kopi gula kontrak bulan Maret 2024 menguat 1,82% pada posisi 27,34.

Untuk minggu ini, harga gula akan mendapat beberapa sentimen positif diantaranya :

Pengetatan pasokan gula.
Prospek pasokan gula global yang lebih ketat memberikan dampak positif terhadap harga. Pada hari Senin, Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula global pada tahun 2023/24 (Oktober-Sep) akan turun -1,2% y/y menjadi 174,8 MMT, dan akan terjadi defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -2,1 MMT.

Pergerakan dolar AS yang cenderung melemah.
Minggu ini The Fed akan merilis keputusan suku bunga AS yang diperkirakan tidak berubah. Sentimen ini akan dapat menahan penguatan dolar AS.

Indikasi penurunan data tenaga kerja AS.
Minggu ini akan dirilis beberapa data tenaga kerja AS seperti JOLTs Job Openings September dan Non Farm Payrolls Oktober yang keduanya diindikasikan mengalami penurunan. Jika data tenaga kerja AS terealisir turun akan menguatkan harga kopi Arabika.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati berbagai sentimen positif seperti pengetatan pasokan, pelemahan dolar AS dengan The Fed mempertahankan suku bunga dan penurunan data tenaga kerja. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 27,72-28,00. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 27,07-26,61.