Rekomendasi Mingguan Kopi Arabika 30 Oktober – 3 November 2023 : Mencermati Pengetatan Pasokan dan Pergerakan Dolar AS

452
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan turun terpicu aksi profit taking dan penguatan dolar AS, setelah harga kopi Arabika naik terdukung penguatan mata uang Real Brasil dan menyusutnya persediaan kopi Arabika.

Pada hari Senin dan Selasa harga kopi Arabika menguat terbantu penguatan mata uang Real Brasil dan menyusutnya persediaan kopi Arabika.

Pada hari Selasa mata uang Real Brasil naik ke level tertinggi dalam 3 minggu merupakan bullish untuk harga kopi arabika. Penguatan riil menghambat penjualan ekspor dari produsen kopi Brazil.

Menyusutnya persediaan kopi mendukung harga kopi karena persediaan kopi arabika yang dipantau ICE pada hari Selasa turun ke level terendah dalam 11-1/2 bulan di 410,171 kantong.

Namun pada hari Rabu harga kopi Arabika menurun terpicu terpicu profit taking setelah reli tajam yang terlihat dalam dua minggu terakhir.

Demikian juga pada hari Kamis harga kopi Arabika tertekan penguatan dolar AS dan tekanan likuidasi jangka panjang setelah reli 2 minggu.

Pelemahan harga kopi terus berlanjut hingga akhir pekan pada hari Jumat tertekan likuidasi jangka panjang yang berlanjut karena kopi Arabika turun ke level terendah baru dalam 1 minggu dan menelusuri kembali reli pertengahan Oktober.

Secara mingguan harga kopi Arabika kontrak bulan Desember melemah 2,6% pada posisi 160,95.

Untuk minggu ini, harga kopi Arabika akan mendapat beberapa sentimen positif diantaranya :

Pengetatan pasokan kopi Arabika.
Persediaan kopi arabika yang dipantau ICE pada hari Kamis turun ke level terendah dalam 1 tahun sebanyak 406.466 kantong.

Pergerakan dolar AS yang cenderung melemah.
Minggu ini The Fed akan merilis keputusan suku bunga AS yang diperkirakan tidak berubah. Sentimen ini akan dapat menahan penguatan dolar AS.

Indikasi penurunan data tenaga kerja AS.
Minggu ini akan dirilis beberapa data tenaga kerja AS seperti JOLTs Job Openings September dan Non Farm Payrolls Oktober yang keduanya diindikasikan mengalami penurunan. Jika data tenaga kerja AS terealisir turun akan menguatkan harga kopi Arabika.

Aksi bargain hunting.
Perlu dicermati upaya bargain hunting yang akan dilakukan investor mengingat harga kopi Arabika yang sedang turun dalam tiga hari terakhir ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan mencermati berbagai sentimen positif seperti pengetatan pasokan, pelemahan dolar AS dengan The Fed mempertahankan suku bunga dan penurunan data tenaga kerja, serta aksi bargain hunting memanfaatkan harga kopi Arabika yang turun. Harga kopi Arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 161,59-162,59. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 159,70-158,29