(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (31/10) terpantau melemah melemah 34,274 poin (0,51%) ke level 6.701,617 setelah dibuka naik ke level 6.745,698.
IHSG terkoreksi ke hampir 4 bulan terendahnya searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara BOJ mempertahankan bunga rendahnya tetapi yield lebih fleksibel, data manufaktur China yang terkontraksi, serta mencermati Wall Street yang semalam ditutup serempak menguat.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,26% atau 42 poin ke level Rp 15.902, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; menanjak perlahan menjelang pertemuan the Fed pada minggu ini yang besar kemungkinan mempertahankan suku bunganya bulan ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.860, serta terpantau dalam rentang konsolidasi sementara, dekat dengan level 3,5 tahun terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,044 poin (0,24%) ke level 6.742,749. Sedangkan indeks LQ45 tuurn 2,644 poin (0,30%) ke level 890,274. Siang ini IHSG melemah 34,274 poin (0,51%) ke level 6.701,617. Sementara LQ45 terlihat turun 0,55% atau 4,920 poin ke level 884,425.
Tercatat saat ini sebanyak 218 saham naik, 316 saham turun dan 200 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,19%, dan Indeks Hang Seng yang turun 1,97%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI) -4,27%, Bukit Asam (PTBA) -3,86%, PGN (PGAS) -3,54%, dan Amman Minerals (AMMN) -3,33%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini cenderung terkoreksi mengikuti regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif mencermati rilis kebijakan bank sentral Jepang (BOJ).
Berikutnya IHSG kemungkinan masih di zona merah mengurangi loss-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.878 dan 6.961. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.666, dan bila tembus ke level 6.622.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



