Harga Minyak Selasa Ditutup Melemah Dengan Peningkatan Produksi OPEC dan AS

409
harga minyak mentah

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak berakhir melemah pada hari Selasa seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah dan adanya data peningkatan produksi dari OPEC dan Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Desember turun $1,29, atau 1,6%, menjadi $81,02, sedangkan untuk pengiriman Januari turun $1,18 menjadi $80,50.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember, ditutup 4 sen lebih rendah pada $87,41 per barel, menjelang habis masa berlakunya pada hari Selasa. Kontrak Januari yang lebih banyak diperdagangkan turun $1,33, atau 1,4%, menjadi $85,02.

Perdagangan berombak dengan harga naik sebanyak $1 selama sesi tersebut, namun harga tetap di bawah $90 per barel.

Juru bicara Hamas mengatakan pihaknya akan membebaskan sejumlah tawanan asing dalam beberapa hari mendatang.

Produksi minyak mentah OPEC naik 180.000 barel per hari (bpd) pada bulan Oktober, menurut survei Reuters, terutama didorong oleh Nigeria dan Angola.

Produksi lapangan minyak mentah AS juga naik ke rekor bulanan baru pada bulan Agustus sebesar 13,05 juta barel per hari, kata Badan Informasi Energi (EIA).

Data aktivitas manufaktur dan non-manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan di Tiongkok memicu kekhawatiran akan melambatnya permintaan bahan bakar dari konsumen minyak nomor dua dunia tersebut.

Pertumbuhan ekonomi global yang lambat akan membuat harga minyak mentah berada di bawah $90 per barel pada tahun ini dan tahun depan, kecuali konflik Israel-Hamas menarik lebih banyak negara di Timur Tengah dan memperburuk ketatnya pasokan, menurut jajak pendapat Reuters pada hari Selasa.

Menjelang pertemuan Federal Reserve AS yang berakhir pada hari Rabu, para analis memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh alat Fedwatch CME.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan laporan persediaan minyak mentah mingguan EIA, juga akan mencermati hasil keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan The Fed. Harga minyak WTI bulan Desember diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $81,01-$80,63. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $82,00-$82,53.