Harga Kopi Arabika Kamis Berakhir Naik Dengan Menyusutnya Persediaan

510
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir menguat pada hari Kamis setelah persediaan menyusut, yang merupakan faktor pendukung harga kopi.

Harga kopi arabika kontrak bulan Desember 2023 berakhir melonjak 3,47% pada 165,35.

Persediaan kopi arabika yang dipantau ICE pada hari Kamis turun ke level terendah dalam 24 tahun yaitu 368.100 kantong.

Ekspor kopi global menyusut setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) pada tanggal 14 September melaporkan bahwa ekspor kopi global selama Oktober-Jul turun -5,7% y/y menjadi 103,736 juta kantong. Selain itu, Federasi Petani Kopi Kolombia melaporkan pada tanggal 9 Agustus bahwa ekspor kopi Kolombia pada bulan Juli turun -17% y/y menjadi 846.000 kantong. Kolombia adalah produsen biji kopi arabika terbesar kedua di dunia. Namun, Honduras, negara penghasil kopi terbesar di Amerika Tengah, melaporkan pada tanggal 31 Juli bahwa ekspor kopinya naik +63% y/y di bulan Juli menjadi 828,499 kantong.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan mencermati persediaan kopi arabika, yang jika masih menyusut akan menguatkan harga kopi. Namun perlu dicermati pergerakan dolar AS, yang jika terus melemah akan menguatkan harga kopi arabika. Juga upaya ambil untung dapat dilakukan pedagang setelah dengan kopi melonjak. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 165,81-166,39. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 164,40-164,04.