(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (6/11) terpantau lanjut menguat signifikan 62,650 poin (0,92%) ke level 6.851,500 setelah dibuka naik ke level 6.823,376.
IHSG melompat lanjutkan rally di hari ketiganya ke posisi 2 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat setelah data tenaga kerja AS yang lebih rendah meredam prospek kenaikan suku bunga the Fed, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan ditutup lanjut menguat.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat tajam 0,58% atau 91 poin ke level Rp 15.569, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik terbatas setelah terkoreksi 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan di tengah koreksi kuat dengan rilis NFP yang di bawah estimasi semakin meneguhkan perkiraan the Fed sudah berhenti menaikkan suku bunga.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.660, serta terpantau lompat kuat ke level 5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 34,526 poin (0,51%) ke level 6.823,376. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,012 poin (0,66%) ke level 910,159. Pagi ini IHSG menguat 62,650 poin (0,92%) ke level 6.851,500. Sementara LQ45 terlihat naik 1,03% atau 9,326 poin ke level 913,473.
Tercatat saat ini sebanyak 325 saham naik, 175 saham turun dan 178 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street pada penutupan pasar akhir pekan serempak menguat, merespon rilis NFP yang di bawah estimasi dan menambah harapan bahwa the Fed akan berhenti menaikkan suku bunganya setidaknya di tahun ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,42%, dan Indeks Hang Seng yang naik 1,97%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka melompat dalam rally hari ketiga mengikuti sentimen positif regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini melompat setelah data tenaga kerja AS yang lebih rendah meredam prospek kenaikan suku bunga the Fed.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijaunya untuk keluar dari oversold-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.836 dan 6.961. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.640, dan bila tembus ke level 6.622.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



