(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik terpicu pengetatan produksi dengan adanya pembatasan ekspor seperti di Thailand.
Pada hari Senin minggu lalu, harga gula di bursa komoditi berjangka New York turun tajam, tertekan pelemahan mata uang Real Brasil dan kemerosotan harga minyak mentah.
Nilai tukar Real Brasil jatuh ke level terendah dalam 1 minggu terhadap dolar, mendorong penjualan ekspor oleh produsen gula Brasil.
Harga minyak mentah anjlok lebih dari -3% ke level terendah dalam 4 minggu, yang membebani harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan produksi gula.
Namun pada hari Selasa dan Rabu, harga gula berakhir rebound terpicu rencana pembatasan ekspor Thailand yang mendorong harga lebih tinggi.
Pada hari Selasa, wakil menteri perdagangan Thailand mengatakan negaranya akan mengkategorikan gula sebagai komoditas yang dikendalikan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga keamanan pangan, yang berarti bahwa panel peraturan akan diperlukan untuk menyetujui ekspor gula Thailand sebanyak satu ton atau lebih.
Produksi gula yang lebih kecil dari Thailand, eksportir gula terbesar kedua di dunia, memberikan kenaikan harga setelah Thai Sugar Millers Corp pada hari Rabu memproyeksikan produksi gula Thailand pada tahun 2023/24 bisa turun -36% y/y ke level terendah dalam 17 tahun di 7 MMT karena kekeringan parah. Sepanjang tahun ini, curah hujan di Thailand jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan permulaan sistem cuaca El Nino dapat semakin mengurangi curah hujan selama dua tahun ke depan. Thailand adalah produsen gula terbesar ketiga di dunia.
Sedangkan pada akhir pekan hari Jumat, harga gula di bursa komoditi berjangka New York membukukan level tertinggi dalam 1-1/2 minggu dan ditutup sedikit di bawah level tertinggi dalam 12 tahun pada minggu lalu.
Harga gula tetap kuat di tengah prospek pasokan gula global yang lebih ketat. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada tanggal 23 Oktober memperkirakan bahwa produksi gula global pada tahun 2023/24 (Oktober-Sep) akan turun -1,2% y/y menjadi 174,8 MMT, dan akan terjadi defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -2,1 MMT .
Secara mingguan harga kopi gula kontrak bulan Maret 2024 naik 1,57% pada posisi 27,77.
Untuk minggu ini, harga gula akan mencermati beberapa sentimen diantaranya :
Pengetatan pasokan gula.
Prospek pasokan gula global yang lebih ketat memberikan dampak positif terhadap harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula global pada tahun 2023/24 (Oktober-Sep) akan turun -1,2% y/y menjadi 174,8 MMT, dan akan terjadi defisit gula global pada tahun 2023/24 sebesar -2,1 MMT.
Thailand dan india juga berencana membatasi ekapor gulanya.
Pergerakan dolar AS yang cenderung melemah.
Setelah data tenaga kerja AS pada akhir pekan melambat, maka sentimen The Fed akan mengakhiri kenaikan suku bunga pada pertemuan selanjutnya menguat, maka akan dapat menekan dolar AS.
Dengan dolar AS melemah akan menguatkan mata uang Real Brasil. Dengan penguatan Real Brasil, dapat menekan penjualan ekspor oleh produsen gula Brasil.
Pergerakan harga minyak.
Jika harga minyak mentah melemah dapat membebani harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan produksi gula. Sebaliknya jika harga minyak menguat akan menekan produksi gula.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat terdukung sentimen pengetatan pasokan dan pelemahan dolar AS dengan perkiraan The Fed menghentikan kenaikan suku bunga selanjutnya. Namun perlu dicermati pergerakan harga minyak dengan kondisi konflik di Timur Tengah, yang jika meningkat ketegangannya dapat mengkhawatirkan gangguan pasokan dan meningkatkan harga minyak dan sebaliknya jika mereda ketregangannya akan menguatkan harga minyak. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 27,97-28,25. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 26,88-26,50.



