(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (9/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka menguat, sementara dollar AS di pasar Asia turun terbatas setelah menguat perlahan 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,26% atau 40 poin ke level Rp 15.631 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.671. Rupiah terpantau bangkit dari koreksi 2 harinya, di bawah dari area overbought-nya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 15.651 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.652, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.623.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia turun terbatas setelah menguat perlahan 3 hari di sesi global sebelumnya; bergerak dalam rentang terbatas setelah tekanan jual minggu lalu di tengah investor mencari arah pasar berikutnya dengan mencermati pidato pimpinan the Fed minggu ini.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun tipis ke 105,59, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 105,50.
Sementara itu, IHSG Kamis di awal sesi pertama melemah 6,404 poin (0,09%) ke level 6.797,702, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat di antara rilis inflasi China yang menurun, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup mixed bias menguat.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.880 – Rp15.510.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



