Bearish Pasar Berlanjut, Mencermati Indikasi Akhir Perang — Domestic Market Outlook, 6-10 April 2026

865
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu kembali bearish, dengan rupiah di sekitar rekor terendah barunya dan IHSG tertekan enam pekan, di tengah belum berakhirnya perang Timur Tengah.
  • Neraca perdagangan Februari dirilis kembali surplus di bulan yang ke-70.
  • Inflasi IHK Maret dilaporkan BPS sebesar 3,48%, turun dari bulan sebelumnya.
  • Sentimen global saat ini tetap sekitar konflik Timur Tengah termasuk perkiraan akhir perang, volatilitas harga minyak mentah dunia, serta risiko inflasi global.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah data cadangan devisa Maret pada hari Rabu, serta rilis keyakinan konsumen pada Jumat nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 6-10 April 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau kembali terkoreksi di pekan keenam, bertengger pada 2 minggu terlemahnya yang mendekati area 9 bulan terendahnya. Perdagangan saham ditarik sektor utilitas –terutama saham BREN, bahan baku, dan teknologi yang keseluruhannya ditekan sentimen negatif bahwa perang masih akan berlangsung berminggu lagi lamanya, serta menanjaknya lagi harga minyak mentah dunia. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya bias melemah, di tengah konflik perang Timur Tengah yang berkepanjangan dan ancaman inflasi global yang dipicu sektor energi. Secara mingguan IHSG –dalam 4 hari pasar– ditutup melemah 0,99%, atau 70,782 poin, ke level 7.026,782.

Untuk minggu berikutnya (6-10 April 2026) IHSG kemungkinan masih downtrend oleh sentimen tekanan jual dari Wall Street dan regional, namun akan ada sesi konsolidasi sejenak, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.527 dan 7.765. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu berakhir melemah dan sempat mencapai rekor baru terendahnya, mencapai Rp17.015. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 30 poin atau 0,18% ke level Rp 16.990 per USD. Sementara, dollar global terpantau fluktuatif dengan terakhirnya rally kembali sebagai safe haven di tengah masih berlanjutnya eskalasi geopolitik perang Timur Tengah.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih uptrend namun sempat tertahan, atau kemungkinan rupiah bias terkoreksi ke sekitar rekor terendah sepanjang sejarahnya, dalam range antara resistance di level Rp17.040 dan Rp17.100, sementara support di level Rp16.891 dan Rp16.812.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke level 6,624% pada akhir pekan. Sementara yields US Treasury terpantau menurun setelah 4 minggu menanjak.

===

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia di Februari 2026 masih surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS, sehingga surplus ekspor impor terjadi selama 70 bulan berturut-turut.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada Maret 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,41% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,48% (yoy) atau menurun dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,76% (yoy).

===

 

Pasar investasi memang kerap bergerak tidak terduga dan sebagian orang akan menyebutnya sebagai “anomaly”, atau juga “over reactive”. Namun demikian, kalau Anda rajin ikuti ulasan market outlook ini harusnya Anda akan sependapat bahwa banyak prediksi pergerakan pasar yang ternyata akurat di situasi aktualnya. Bisa jadi, Anda sudah tersenyum menikmati sejumlah profit investasi selama ini. Syukurlah bila demikian.

Bagi Anda yang belum menikmati trading profit yang diharapkan, masih ada banyak kesempatan di depannya. Bersamalah kami terus, karena seperti Anda tahu, kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting