(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin berakhir naik tinggi mencatat rekor tertinggi dalam 45 tahun terdukung pasokan kakao yang terbatas dan kekhawatiran bahwa produksi kakao saat ini tidak mampu memenuhi pasokan untuk menghindari defisit global.
Harga kakao kontrak bulan Desember 2023 ditutup naik 1,5% pada 4.051.
Data pemerintah Pantai Gading pada Senin lalu menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 288,686 MT kakao ke pelabuhan mulai 1 Oktober-5 November, turun -17.3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia.
Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Senin.
Hujan deras yang terjadi baru-baru ini di Afrika Barat telah menyebabkan penyebaran penyakit busuk buah dan merupakan faktor pendorong utama bagi harga kakao. Penyebaran penyakit yang menyebabkan buah kakao menjadi hitam dan busuk ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan produksi tanaman kakao serta mendorong pasar kakao global mengalami defisit selama tiga tahun pada musim 2023/24.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati perkembangan pasokan, yang jika terus terbatas akan menguatkan harga kakao. Juga akan mencermati data inflasi AS Oktober yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS dan dapat menguatkan harga kakao. Namun perlu diwaspadai aksi profit taking memanfaatkan harga kakao yang tinggi. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.071-4.090. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.998-3.942.



