(Vibiznews – Commodit) Harga kakao di bursa komoditi berjangka NewYork pada hari Rabu berakhir turun tertekan penguatan dolar AS. Namun kerugian tersebut dibatasi dengan adanya tanda-tanda penurunan produksi kakao di Pantai Gading.
Harga kakao kontrak bulan Desember 2023 berakhir turun 0,18% pada 3.939
Data pemerintah Pantai Gading pada hari Rabu menunjukkan bahwa petani Pantai Gading mengirimkan 348,560 MT kakao ke pelabuhan mulai 1 Oktober-12 November, turun -25.3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia.
Pada hari Selasa, kakao NY mencatat rekor tertinggi dalam jangka waktu terdekat dalam 45 tahun, dan kakao London mencatat rekor tertinggi. Harga kakao mendapat dukungan dari terbatasnya pasokan kakao dan kekhawatiran bahwa produksi kakao saat ini tidak mampu memenuhi pasokan untuk menghindari defisit global. Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Rabu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati perkembangan pasokan, yang jika terus menyusut, akan menguatkan harga kakao. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika menguat, akan dapat menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 3.894-3.848. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 3.977-4.014.



