(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (16/11) terpantau melemah 27,792 poin (0,40%) ke level 6.930,413 setelah dibuka turun ke level 6.939,905.
IHSG terkoreksi dari level 6 minggu tertingginya kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah oleh profit taking di antara investor mencermati hasil pertemuan Presiden Joe Biden dan Xi Jinping, serta pergerakan Wall Street yang ditutup kembali dalam rally.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,61% atau 94 poin ke level Rp 15.595, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak perlahan setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya; melanjutkan rebound bertahap dari 2,5 bulan terlemahnya, di tengah data retail sales AS yang masih cukup baik dan mengurangi prediksi bahwa the Fed sudah selesai siklus kenaikan bunganya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.501, serta terpantau meninggalkan overbought-nya kemarin di sekitar 1,5 bulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 18,300 poin (0,26%) ke level 6.939,905. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,491 poin (0,60%) ke level 914,630. Siang ini IHSG melemah 27,792 poin (0,40%) ke level 6.930,413. Sementara LQ45 terlihat turun 0,63% atau 5,793 poin ke level 914,328.
Tercatat saat ini sebanyak 240 saham naik, 262 saham turun dan 224 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,43%, dan Indeks Hang Seng yang turun 1,65%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Petrindo Jaya (CUAN) -4,36%, Mayora (MYOR) -2,65%, Wismilak (WIIM) -2,45%, dan Merdeka Copper (MDKA) -2,44%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di overbought area-nya, sementara bursa kawasan Asia siang ini bias melemah oleh profit taking di antara investor mencermati pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping, serta Wall Street yang ditutup dalam rally.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam koreksi profit taking di sekitar overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.986 dan 7.017. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.802, dan bila tembus ke level 6.760.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



