(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York ditutup naik pada hari Kamis tengah tanda-tanda penurunan produksi kakao di Pantai Gading.
Harga kakao kontrak bulan Desember 2023 ditutup naik 1,65% pada 4.004.
Pada hari Rabu, data dari pemerintah Pantai Gading menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 348,560 MT kakao ke pelabuhan mulai 1 Oktober-12 November, turun -25.3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia.
Pada hari Selasa, kakao NY mencatat rekor tertinggi dalam jangka waktu terdekat dalam 45 tahun, di tengah kekhawatiran bahwa produksi kakao saat ini tidak akan mampu menambah pasokan untuk menghindari defisit global.
Selain itu, persediaan kakao yang disimpan di pelabuhan AS yang dipantau oleh ICE terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Kamis.
Hujan deras yang terjadi baru-baru ini di Afrika Barat telah menyebabkan penyebaran penyakit busuk buah dan merupakan faktor pendorong utama bagi harga kakao. Penyebaran penyakit yang menyebabkan buah kakao menjadi hitam dan busuk ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan produksi tanaman kakao serta mendorong pasar kakao global mengalami defisit selama tiga tahun pada musim 2023/24.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao masih akan dibayangi sentimen penurunan pasokan dan produksi, yang jika terus menguat akan menaikkan harga kakao. Namun perlu diperhatikan upaya profit taking setelah harga kakao menguat. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.038-4.072. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.972-3.940.



