(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (11/12) terpantau terkoreksi 40,270 poin (0,56%) ke level 7.119,327 setelah dibuka turun ke level 7.131,214.
IHSG bergerak melemah oleh profit taking setelah rally 6 minggu berturut-turut, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dalam gain oleh data ekonomi AS yang resilient.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,64% atau 99 poin ke level Rp 15.616, dengan dollar AS di pasar uang Asia menguat setelah menanjak di sesi global sebelumnya; ditopang oleh data bertambahnya lapangan kerja (NFP) dan turunnya tingkat pengangguran AS.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.517, serta terpantau tergelincir ke sekitar sebulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 28,384 poin (0,40%) ke level 7.131,214. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,751 poin (0,50%) ke level 945,622. Siang ini IHSG melemah 40,270 poin (0,56%) ke level 7.119,327. Sementara LQ45 terlihat turun 0,86% atau 8,140 poin ke level 942,233.
Tercatat saat ini sebanyak 171 saham naik, 368 saham turun dan 206 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,43%, dan Indeks Hang Seng yang turun 2,09%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Merdeka Cooper (MDKA) -4,05%, Wismilak (WIIM) -3,27%, Semen Indonesia (SMGR) -3,17%, dan Sumber Alfaria (AMRT) -3,16%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di overbought area pada 15 bulan lebih tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan dalam gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan dalam koreksi sejenak namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



