Rekomendasi Mingguan Gula 11-15 Desember 2023 : Mencermati Produksi, Dolar AS dan Harga Minyak

475

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan merosot tajam setelah dua hari berturut-turut tertekan peningkatan produksi Brazil dan kemerosotan harga minyak mentah.

Harga gula pada hari Selasa ditutup turun tajam tertekan peningkatan produksi gula Brazil dan pelemahan harga minyak.

Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brazil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Harga gula juga tertekan pelemahan harga minyak mentah yang jatuh ke level terendah dalam 3 minggu. Melemahnya harga minyak mentah menurunkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Demikian juga hari Rabu, harga gula berakhir anjlok ke level terendah dalam 5 bulan tertekan peningkatan pasokan gula dan kemerosotan harga minyak.  Harga gula kontrak bulan Maret 2024 berakhir anjlok 7,85% pada 23,00.

Harga gula telah terjual turun tajam selama seminggu terakhir setelah Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brasil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Harga gula juga tertekan dengan melemahnya harga minyak mentah pada hari Rabu yang anjlok lebih dari -4% ke level terendah dalam 5 bulan. Melemahnya harga minyak mentah menurunkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Secara mingguan harga kopi gula kontrak bulan Maret 2024 merosot tajam 6,90% pada posisi 23,36.

Untuk minggu ini, harga gula akan mencermati beberapa sentimen diantaranya :

Peningkatan produksi gula.

Harga gula telah terjual turun tajam selama seminggu terakhir setelah Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brasil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Pergerakan dolar AS yang cenderung melemah.

Minggu ini akan dirilis data Inflasi AS bulan November, yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Juga akan ada keputusan suku bunga The Fed bulan Desember yang diperkirakan secara luas The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, yang dapat menekan dolar AS. Perkiraan pelemahan dolar AS dapat menguatkan harga gula.

Pergerakan harga minyak.

Harga minyak juga perlu dicermati. Rencana pengurangan produksi OPEC+ masih diragukan pasar. Namun pertemuan-pertemuan dan pembicaraan-pembicaraan negara OPEC+ yang terus dilakukan dalam upaya meningkatkan keyakinan pasar untuk upaya pengurangan produksi OPEC+ akan terus dicermati pasar, jika keyakinan terbangun dapat menguatkan harga minyak, sebaliknya jika masih ragu-ragu, akan menekan harga minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat tertekan jika sentimen peningkatan produksi gula Brazil terus menguat. Namun perkiraan pelemahan dolar AS dengan indikasi inflasi AS November turun dan perkiraan The Fed nenpertahankan suku bunga tidak berubah, dapat mengangkat harga gula. Namun perlu dicermati sentimen pengurangan produksi OPEC apakah dapat meyakinkan pasar atau masih meragukan. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 23,11-22,85. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 23,61-23,85.