(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (12/12) terpantau menguat 16,745 poin (0,24%) ke level 7.105,530 setelah dibuka naik ke level 7.109,046.
IHSG bergerak rebound dari koreksi kemarin dan searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat dipimpin Nikkei menjelang rilis inflasi AS dan pertemuan the Fed, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dalam gain secara bersamaan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,01% atau 2 poin ke level Rp 15.635, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun perlahan setelah menanjak 2 hari di sesi global sebelumnya; dalam rentang terbatas menjelang rilis inflasi AS dan pertemuan the Fed di tengah ekspektasi pasar akan dimulainya penurunan suku bunga pada semester pertama 2024.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.637, serta terpantau berbalik dari sekitar 4,5 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 20,261 poin (0,40%) ke level 7.109,046. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,580 poin (0,28%) ke level 939,287. Pagi ini IHSG menguat 16,745 poin (0,24%) ke level 7.105,530. Sementara LQ45 terlihat naik 0,09% atau 0,797 poin ke level 937,504.
Tercatat saat ini sebanyak 216 saham naik, 246 saham turun dan 208 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir dengan serempak menguat, dengan Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru sejak Januari. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,58%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,47%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka berupaya rebound dari koreksi kemarin untuk kembali ke sekitar 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini menguat mengikuti Wall Street yang berakhir dalam gain secara bersamaan.
Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidasi dalam bias menguat, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



