IHSG Rabu Pagi Terkoreksi ke Sekitar 7.095; Bursa Asia Variatif, Wall Street Rally

385
IHSG
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (13/12) terpantau terkoreksi 29,887 poin (0,42%) ke level 7.095,420 setelah dibuka naik ke level 7.108,633.

IHSG bergerak dalam koreksi dan konsolidasi di bawah level 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah investor menantikan hasil pertemuan the Fed, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat di hari keempatnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,12% atau 18 poin ke level Rp 15.604, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya; cenderung tertekan di tengah estimasi the Fed pertahankan bunga dalam pertemuan hari ini serta prospek akan dimulainya penurunan suku bunga pada semester pertama 2024.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau menanjak di hari keduanya serta berbalik dari sekitar 4,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,674 poin (0,23%) ke level 7.108,633. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,580 poin (0,28%) ke level 939,287. Pagi ini IHSG melemah 29,887 poin (0,42%) ke level 7.095,420. Sementara LQ45 terlihat turun 0,60% atau 5,631 poin ke level 935,893.

Tercatat saat ini sebanyak 213 saham naik, 251 saham turun dan 190 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir dengan serempak menguat di hari keempatnya oleh rilis inflasi CPI Amerika yang sesuai ekspektasi. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,58%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,47%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam koreksi di sekitar rentang konsolidasinya dekat posisi tertinggi tahun ini, sementara bursa kawasan Asia pagi ini variatif mencermati Wall Street yang berakhir dalam rally 4 hari.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih di zona merah namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group