(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (15/12) terpantau menguat 24,064 poin (0,34%) ke level 7.200,080 setelah dibuka naik ke level 7.189,744.
IHSG bergerak lompat ke sekitar level 15 bulan tertingginya searah regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias menguat dipimpin Hang Seng setelah the Fed mempertahankan bunga dan memberikan signal beberapa pemangkasan tahun 2024, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menguat tajam dengan Dow mencetak rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,02% atau 3 poin ke level Rp 15.519, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah merosot 3 hari di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit setelah tergelincir ke 4,5 bulan terendahnya oleh dovish the Fed yang akan melakukan pemangkasan suku bunga di tahun depan dan selanjutnya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.636, serta terpantau meninggalkan area seminggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 13,728 poin (0,19%) ke level 7.189,744. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,058 poin (0,22%) ke level 945,410. Pagi ini IHSG menguat 24,064 poin (0,34%) ke level 7.200,080. Sementara LQ45 terlihat naik 0,25% atau 2,367 poin ke level 958,006.
Tercatat saat ini sebanyak 233 saham naik, 195 saham turun dan 201 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir dengan serempak rally oleh prospek penurunan suku bunga the Fed, di mana Dow Jones mencetak kembali rekor barunya. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,25%, dan Indeks Hang Seng yang melaju 2,92%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka melanjutkan uptrend di rekor barunya tahun ini, sementara bursa kawasan Asia pagi ini menguat mengikuti Wall Street yang berakhir menguat tajam dengan Dow kembali mencetak rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap di zona hijau namun agak ditahan profit taking karena kembali overbought, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.210 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



