(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Selasa rebound dari posisi terendah 8-1/2 bulan dan ditutup lebih tinggi karena penguatan Real Brasil memicu short-covering gula berjangka.
Harga gula kontrak bulan Maret 2024 ditutup naik 0,56% pada 21,43.
Pada hari Selasa, nilai mata uang Real Brazil (USDBRL) menguat ke level tertinggi dalam 4 minggu terhadap dolar AS, menghambat penjualan ekspor dari produsen gula Brasil.
Harga gula berada di bawah tekanan selama lima minggu terakhir karena Brasil meningkatkan produksi gula. Selasa lalu, Unica melaporkan produksi gula Tengah-Selatan Brazil naik +35% y/y pada paruh kedua bulan November dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga November naik +23,5% y/y menjadi 40,817 MMT. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.
Harga gula juga melemah karena berita baru-baru ini bahwa Kementerian Pangan India mengarahkan pabrik gula lokal untuk berhenti menggunakan sari tebu dan sirup untuk memproduksi etanol pada tahun pasokan 2023/24 guna meningkatkan cadangan gula. Spesialis Komoditas Green Pool mengatakan hal ini dapat menambah 2 MMT gula ke pasokan domestik India.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan produksi gula, yang jika masih meningkat di Brazil, akan dapat menekan harga gula. Namun perlu juga dicermati pergerakan dolar AS yang jika menguat dan menekan mata uang Real Brazil, akan dapat menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 20,98-20,53. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 21,75-22,07.



