(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (20/12) terpantau menguat 20,734 poin (0,29%) ke level 7.208,580 setelah dibuka naik ke level 7.216,495.
IHSG bergerak melanjutkan uptrend-nya yang searah regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat dipimpin Nikkei setelah BOJ mempertahankan kebijakan suku bunga negatifnya, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup menguat ke sekitar level tertinggi mereka.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 00,05% atau 8 poin ke level Rp 15.503, dengan dollar AS di pasar uang Asia berupaya bangkit setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; dalam bias koreksi kembali oleh sentimen pasar bahwa the Fed akan mulai penurunan suku bunga di tahun 2024.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.511, serta terpantau dalam rentang konsolidasi 5 hari terakhir.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 28,649 poin (0,40%) ke level 7.216,495. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,226 poin (0,54%) ke level 964,830. Pagi ini IHSG menguat 20,734poin (0,29%) ke level 7.208,580. Sementara LQ45 terlihat naik 0,37% atau 3,578 poin ke level 963,182.
Tercatat saat ini sebanyak 262 saham naik, 187 saham turun dan 231 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam dengan serempak menguat di sekitar level tinggi mereka ditopang oleh prospek dovish the Fed. Sedangkan, bursa regional pagi ini menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,75%, dan Indeks Hang Seng yang naik 1,17%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka lanjutkan uptrend ke 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini menguat oleh kbijakan dovish BOJ.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap di zona hijau walau agak berkurang karena profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



