IHSG Kamis Siang Melemah ke Level 7.199; Searah dengan Bursa Asia dan Wall Street

371
ihsg
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (21/12) terpantau melemah 20,206 poin (0,28%) ke level 7.199,461 setelah dibuka turun ke level 7.210,200.

IHSG bergerak terkoreksi di overbought area-nya dan searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah mengikuti Wall Street yang semalam ditutup dalam koreksi profit taking setelah rally 9 hari berturut-turut.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,08% atau 13 poin ke level Rp 15.526, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah bangkit terbatas di sesi global sebelumnya; bergerak sideways dan sempat menanjak oleh tergelincirnya pound sterling setelah data jatuhnya inflasi di Inggris.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.539, serta terpantau dalam rentang konsolidasi dengan bias melemah.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 9,467 poin (0,13%) ke level 7.210,200. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,564 poin (0,06%) ke level 962,418. Siang ini IHSG melemah 20,206 poin (0,28%) ke level 7.199,461. Sementara LQ45 terlihat turun 0,18% atau 1,746 poin ke level 961,236.

Tercatat saat ini sebanyak 196 saham naik, 321 saham turun dan 223 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,59%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,08%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Phapros (PEHA) -15,88%, Kimia Farma (KAEF) -11,68%, Itama Ranoraya (IRRA) -9,77%, dan Wismilak (WIIM) -7,32%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di overbought sekitar posisi 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini melemah mengikuti Wall Street.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih diincar profit taking di overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group