Rekomendasi Mingguan Kopi Arabika 26-29 Desember 2023 : Perkiraaan Cuaca Kering Brazil Memberikan Dukungan Harga

569

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik mencermati perkembangan cuaca di Brazil, dimana terjadi tarik menarik sentimen adanya cuaca kering mengatasi perkiraan hujan lebat di Brazil.

Pada hari Senin dan Selasa minggu lalu, harga kopi arabika berakhir menguat terpicu cuaca kering di Brazil.

Bahkan pada hari Selasa, harga kopi arabika berakhir naik mencatat rekor tertinggi dalam 8 bulan, terpicu kekhawatiran bahwa cuaca kering yang sedang berlangsung di Brazil akan merusak tanaman kopi arabika yang memicu pembelian kopi arabika berjangka. Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 berakhir melonjak tinggi 5,91% pada 202,40.

Pada hari Senin, Somar Meteorologia melaporkan bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil hanya menerima curah hujan 35,1 mm dalam seminggu terakhir, atau 65% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.

Namun pada hari Rabu, harga kopi arabika berakhir anjlok setelah perkiraan akan turunnya hujan di Brazil memicu tekanan likuidasi jangka panjang pada kopi arabika berjangka. Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 ditutup anjlok 5,83% pada 190,60.

Pada hari Rabu, Climatempo mengatakan bahwa wilayah penghasil kopi di Brasil akan mengalami hujan lebat pada minggu ini dan hujan yang lebih luas pada akhir bulan ini.

Harga kopi arabika kembali mendapat dukungan pada hari Kamis yang ditutup menguat, setelah USDA memangkas perkiraan produksi kopi global pada tahun 2023/24. Harga kopi arabika berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup naik 1,57% pada 193,60.

Harga kopi mendapat dukungan pada hari Kamis dari laporan dua tahunan USDA, yang memangkas produksi kopi global pada tahun 2023/24 dan perkiraan akhir pasokan kopi global.

USDA memangkas perkiraan produksi kopi global pada tahun 2023/24 menjadi 171,4 juta kantong dari perkiraan bulan Juni sebesar 174,3 juta kantong. USDA juga memangkas perkiraan pasokan akhir kopi global pada tahun 2023/24 menjadi 26,5 juta kantong dari perkiraan pada bulan Juni sebesar 31,8 juta kantong.

Namun pada hari Jumat harga kopi arabika retreat terpicu profit taking, setelah harga kopi arabika mencatat rekor tertinggi dalam 8-1/4 bulan pada hari Selasa dan meningkat lagi pada hari Kamis.

Secara mingguan harga kopi Arabika kontrak bulan Maret 2024 naik 1,85% pada posisi 192,80.

Untuk minggu ini, harga kopi Arabika akan mencermati beberapa sentimen penting yaitu perkembangan cuaca di Brazil dan pergerakan dolar AS.

Perkembangan cuaca.

Berdasarkan prakiraan cuaca di Brazil, juga khususnya di daerah Minas Gerais sebagai penghasil kopi arabika terbesar di Brazil, maka untuk periode minggu di akhir tahun 2023 ini diperkirakan cuaca cerah dan kemungkinan hujan ringan di malam hari. Dengan demikian diperkirakan dengan cuaca kering dapat menekan produksi tanaman kopi dan dapat menguatkan harga kopi arabika.

Pergerakan dolar AS

Melemahnya tekanan inflasi AS setelah data PCE Price Index November akhir minggu lalu, memicu harapan The Fed akan menurunkan suku bunganya pada tahun 2024. Sentimen ini memicu tekanan terhadap dolar AS dan dapat memberikan dukungan harga bagi harga komoditas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan memperoleh sentimen bullish cuaca kering di Brazil dan perkiraan pelemahan dolar AS di akhir tahun. Harga kopi Arabika di awal pekan ini diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 194,97-197,13. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 189,92-187,03.