(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka pada hari Rabu berakhir naik terdukung penguatan mata uang Real Brazil.
Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 ditutup naik 1,75% pada 197,75.
Penguatan mata uang Real Brazil merupakan bullish bagi kopi dengan Real Brazil pada hari Rabu naik ke level tertinggi 4-3/4 bulan terhadap dolar, sehingga menghambat penjualan ekspor dari produsen kopi Brazil.
USDA dalam laporan dua tahunannya yang dirilis Kamis lalu, memangkas produksi kopi global tahun 2023/24 dan memperkirakan stok akhir. USDA memangkas perkiraan produksi kopi global pada tahun 2023/24 menjadi 171,4 juta kantong dari perkiraan bulan Juni sebesar 174,3 juta kantong. USDA juga memangkas perkiraan stok akhir kopi global pada tahun 2023/24 menjadi 26,5 juta kantong dari perkiraan pada bulan Juni sebesar 31,8 juta kantong.
Selasa lalu, kopi arabika menguat ke level tertingginya dalam 8-1/4 bulan di tengah kekhawatiran bahwa cuaca kering yang sedang berlangsung di Brasil akan merusak tanaman kopi. Senin lalu, Somar Meteorologia melaporkan wilayah Minas Gerais di Brasil hanya menerima curah hujan 35,1 mm dalam seminggu terakhir, atau 65% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat bergerak naik jika cuaca kering berlangsung di Brazil dan pelemahan dolar AS terjadi. Namun perlu dicermati upaya profit taking. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 200,45-203,15. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 194,55-191,35.



