Harga Gula Rabu Berakhir Turun Terbebani Pelemahan Real Brazil

477

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York ditutup tuurn pada hari Rabu tertekan pelemahan mata uang Real Brazil.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 berakhir turun 0,24% pada 20,85.

Nilai tukar Real Brazil pada hari Rabu jatuh ke level terendah dalam 2 minggu terhadap dolar, mendorong penjualan ekspor oleh produsen gula Brasil.

Harga gula pada hari Rabu awalnya bergerak lebih tinggi karena adanya carryover positif dari hari Selasa di tengah tanda-tanda produksi gula yang lebih kecil di India setelah Federasi Nasional Pabrik Gula Koperasi melaporkan produksi gula India dari 1 Oktober-31 Desember turun -7,6% y/y menjadi 11,2 MMT.

Selasa lalu, gula di New York mencatatkan level terendah dalam 10 bulan karena harga telah terpukul selama enam minggu terakhir setelah Brazil meningkatkan produksi gulanya. Selasa lalu, Unica melaporkan produksi gula Tengah-Selatan Brasil melonjak +205% y/y pada paruh pertama bulan Desember dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Desember naik +25,2% y/y menjadi 41.746 MMT. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati pergerakan Real Brazil, yang jika terus melemah akan menekan harga gula. Juga akan mencermati perkembangan produksi di Brazil, yang jika terus meningkat akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 20,57-20,30. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 21,26-21,68.