(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (4/1), terpantau rebound 26,729 poin (0,37%) ke level 7.305,820 setelah dibuka naik ke level 7.291,702.
IHSG bergerak bangkit dari koreksi kemarin melanjutkan uptrend-nya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dipimpin Nikkei di antara investor mencermati minutes the Fed yang menunjukkan akan memangkas bunga di tahun 2024, serta mengikuti Wall Street yang semalam serempak ditutup lanjut terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,36% atau 56 poin ke level Rp 15.526, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melaju 4 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 2 minggu tertingginya oleh profit taking investor serta kurang jelasnya minutes the Fed yang agak mengurangi ekspektasi pasar akan ada pemangkasan bunga the Fed sampai 6 kali di tahun 2024 ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.470, serta terpantau terkoreksi di hari ketiga ke level 2,5 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 12,611 poin (0,17%) ke level 7.291,702. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,523 poin (0,26%) ke level 975,901. Pagi ini IHSG menguat 26,729 poin (0,37%) ke level 7.305,820. Sementara LQ45 terlihat naik 0,50% atau 4,843 poin ke level 973,378.
Tercatat saat ini sebanyak 272 saham naik, 190 saham turun dan 221 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam kembali dalam koreksi mencermati risalah the Fed yang kurang jelas rencana penurunan suku bunganya. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias melemah, di antaranya Nikkei yang tergelincir 1,24%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 0,68%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka rebound dari koreksi kemarin, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias melemah mengikuti Wall Street.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi dan tetap di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.324 dan 7.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.218, dan bila tembus ke level 7.173.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



