(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai berjangka berakhir turun pada hari Kamis dengan penurunan permintaan. Kontrak berjangka mengakhiri hari ini dalam 3 sen dari terendah harian dengan kerugian 4 ¾ hingga 9 ½ sen.
Harga kedelai berjangka CBOT kontrak bulan Maret 2024 ditutup turun 0,59% pada $12,62 per bushel.
Fasilitas penghancur kedelai Indiana di bawah Bunge untuk sementara ditutup karena saluran gas rusak.
Pemesanan ekspor kedelai mingguan diperkirakan antara 500 ribu MT dan 1,3 MMT untuk pekan yang berakhir 28/12. Pedagang mencari penjualan tepung kedelai antara 50 ribu MT dan 400 ribu MT. Pemesanan minyak kedelai minggu ini diperkirakan berada di bawah 10 ribu MT.
Harga bulan Maret berada pada kerugian bersih 30 ½ sen untuk pergerakan minggu ini.
Laporan bulanan NASS Fats & Oils mencatat jumlah kedelai di bulan November sebesar 200,07 mbu. Jumlah tersebut sedikit di bawah angka tertinggi sepanjang masa di bulan Oktober karena berkurangnya satu hari dalam sebulan, namun hanya merupakan bulan ke-2 yang berada di atas 200 mbu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kedelai dapat kembali turun jika terjadi penurunan permintaan. Harga kedelai diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $12,56-$12,51. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $12,71-$12,80.



