Ada 4 Bank Gelar Right Issue Awal Tahun 2024

515
Ada 4 Bank Gelar Rights Issue Awal Tahun 2024

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Sejumlah bank berencana untuk mengembangkan usahanya dengan menambah modal kerja melalui right issue.

Artinya bank-bank tersebut menggelar aksi menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada awal tahun ini.

Ada 4 bank yang akan melakukan aksi korporasi rights issues di awal tahun.
1. PT Bank Mayapada

PT Bank Mayapada Tbk. (MAYA) akan menerbitkan saham baru melalui rights issue dengan target penggalangan dana Rp 4,01 triliun. Bank milik Dato Sri Tahir ini akan menerbitkan 26.741.153.601 saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp150.

Tahir selaku pemegang saham pengendali perusahaan akan mengeksekusi seluruh haknya. Dia tercatat memiliki 15.850.000 saham seri A atau mewakili 0,13% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dan 551.424.105 saham seri B atau 4,66% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Terkait aksi korporasi ini Tahir telah menyetor uang muka setoran modal kepada perseroan Rp 752,12 miliar.

Seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja. Terutama dalam pengembangan usaha terutama penyaluran kredit. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD: 15-19 Januari 2024.

2. Bank BTPN

Bank milik grup Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) telah memiliki restu untuk melaksanakan penambahan modal. Juga dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue.

BTPN akan menerbitkan saham sebanyak 3.095.000.000 dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Mengutip prospektus bank, BTPN berniat untuk mengakuisisi dua perusahaan pembiayaan dengan menggunakan 62,4% dari dana pelaksanaan rights issue tersebut. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk mengakuisisi PT Oto Multiartha (OTO).

Kemudian sebanyak 37,2% dana tersebut dipakai untuk mengakuisisi PT Summit Oto Finance (SOF). Kedua perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan Grup Sumitomo Corporation (SC) dan SMBC.

Harga pengambilalihan saham OTO dan SOF merupakan total valuasi berdasarkan laporan keuangan yang diaudit per 31 Desember 2023.

Selanjutnya, sebesar 0,4% dari dana hasil pelaksanaan rights issue, akan digunakan untuk modal kerja BTPN. Apabila dana hasil PMHMETD II ini melebihi nilai pengambilalihan perusahaan, maka Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada tanggal 13 hingga 20 Maret 2024.

3. Bank Woori Saudara Indonesia 1906

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) atau BWS juga melakukan right issue untuk menggelar penambahan modal. Yaitu dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,4 miliar saham. Nilai nominalnya adalah Rp100 per saham.

BWS telah meminta persetujuan kepada para Pemegang Saham atas rencana right issue ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB). Yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2024.

“Rencana penambahan modal hal memperkuat struktur permodalan sehingga dapat mempercepat Perseroan untuk menjadi bank kategori KBMI 3. Selain itu, Perseroan juga dapat memperluas ekspansi usaha,” ujar Direksi BWS dalam keterbukaan informasi pada bulan lalu. Rights issues ini direncanakan digelar pada kuartal I-2024.

4. IBK Indonesia

PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) hendak menggelar rights issues sebanyak 11.706.543.991 saham yang bernilai nominal Rp 100 per saham. Persetujuan rights issues diperoleh dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Yang akan diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 13 Februari 2024.

Dana yang diperoleh dari penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas VI akan digunakan oleh Perseroan untuk keperluan modal kerja Perseroan. Terutama untuk menjalankan strategi usahanya.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting