IHSG Jumat Pagi Melemah ke Sekitar 7.240; Bursa Asia Umumnya Rebound, Mengikuti Wall Street

328
IHSG
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (19/1), terpantau melemah 12,597 poin (0,17%) ke level 7.240,370 setelah dibuka naik ke level 7.269,641.

IHSG bergerak di dua zona di area konsolidasi setelah kemarin dalam rally, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya rebound dipimpin Nikkei di antara rilis inflasi rendah Jepang, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup bangkit menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,02% atau 3 poin ke level Rp 15.625, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun tipis setelah naik terbatas di sesi global sebelumnya; agak terkoreksi setelah bertahan di sebulan tertingginya oleh data penjualan ritel AS yang kuat yang meredam prospek penurunan suku bunga the Fed dalam waktu dekat.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau di sekitar level 5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 16,674 poin (0,23%) ke level 7.269,641. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,833 poin (0,39%) ke level 976,794. Pagi ini IHSG melemah 12,597 poin (0,17%) ke level 7.240,370. Sementara LQ45 terlihat turun 0,03% atau 0,321 poin ke level 972,640.

Tercatat saat ini sebanyak 200 saham naik, 256 saham turun dan 220 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup bangkit menguat dipicu oleh rebound-nya saham sektor teknologi. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,58%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,65%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka di dua zona setelah kemarin menguat, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias menguat mengikuti Wall Street yang berakhir rebound.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidatif dalam bias positif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.390 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.156, dan bila tembus ke level 7.093.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group