(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (22/1), terpantau melemah tipis 8,652 poin (0,12%) ke level 7.218,750 setelah dibuka turun ke level 7.214,516.
IHSG bergerak fluktuatif di dua zona lalu terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed mencermati Wall Street yang di akhir pekan kompak ditutup di level rekor tertingginya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,18% atau 28 poin ke level Rp 15.635, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya; dalam koreksi dari sekitar sebulan tertingginya di tengah berkurangnya estimasi prospek penurunan suku bunga the Fed dalam waktu dekat.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau dekat dengan level 5,5 terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 12,886 poin (0,18%) ke level 7.214,516. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,214 poin (0,23%) ke level 974,885. Siang ini IHSG melemah 8,652 poin (0,12%) ke level 7.218,750. Sementara LQ45 terlihat turun 0,07% atau 0,700 poin ke level 971,971.
Tercatat saat ini sebanyak 230 saham naik, 285 saham turun dan 239 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,25%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 1,99%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Citra Nusantara (CGAS) -24,73%, Petrindo Jaya (CUAN) -9,89%, Gajah Tunggal (GJTL) -5,24%, dan Medco Energi (MEDC) -3,66%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias melemah terbatas di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif menguat mengikuti Wall Street yang berakhir dalam rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih di area konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.390 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.156, dan bila tembus ke level 7.093.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



