(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (23/1), terpantau melemah 45,130 poin (0,62%) ke level 7.211,100 setelah dibuka turun ke level 7.235,529.
IHSG bergerak terkoreksi searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah dengan Hang Seng terus melaju, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif dan S&P 500 kembali mencetak rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,22% atau 34 poin ke level Rp 15.720, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun perlahan setelah naik 2 hari di sesi global sebelumnya; sekitar 6 minggu tertingginya di tengah penurunan yen setelah BOJ mempertahankan suku bunga negatif, serta menanti rilis keputusan ECB pada Kamis nanti.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.686, serta terpantau tertekan ke level hampir 3 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 20,700 poin (0,29%) ke level 7.235,529. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,954 poin (0,30%) ke level 968,819. Siang ini IHSG melemah 45,130 poin (0,62%) ke level 7.211,100. Sementara LQ45 terlihat turun 0,80% atau 7,750 poin ke level 964,023.
Tercatat saat ini sebanyak 160 saham naik, 346 saham turun dan 237 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menurun 0,93%, dan Indeks Hang Seng yang menanjak 0,80%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Harum Energy (HRUM) -4,45%, Bank Syariah (BRIS) -3,70%, Antam (ANTM) -3,11%, dan Blue Bird (BIRD) -2,95%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam bias terkoreksi setelah dua kali rebound, sementara bursa kawasan Asia siang ini bias melemah dengan Hang Seng yang melaju, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih sideways di area konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.390 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.156, dan bila tembus ke level 7.093.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



