Rekomendasi Mingguan Harga Jagung 5-9 Februari 2024 : Mencermati Proyeksi Pengetatan Produksi dan Penguatan Dolar AS

342
jagung, corn

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung berjangka di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) pada minggu lalu turun terpicu pelemahan permintaan dan penguatan dolar AS.

Pada hari Jumat akhir pekan minggu lalu harga jagung berakhir melemah tertekan penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS melonjak setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek Federal Reserve.

Penguatan dolar membuat biji-bijian AS kurang kompetitif secara global, dan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menghambat pertumbuhan ekonomi dan permintaan komoditas.

Sedangkan sehari sebelumnya pada hari Kamis, harga jagung ditutup turun mengikuti penurunan harga kedelai dengan melemahnya permintaan.

Sementara itu, faktor yang memperkuat harga jagung minggu lalu adalah upaya bargain hunting pada hari Selasa sehingga harga jagung menguat.

Harga jagung pada minggu lalu berakhir turun 0,76% pada $4.4275 per bushel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk minggu ini, harga jagung akan mencermati perkembangan produksi dan pergerakan dolar AS.

Untuk perkembangan produksi, pasar memperkirakan laporan USDA bulan Februari akan memperketat produksi jagung AS pada periode 23/24 sebesar rata-rata 12,7 mbu. Ekspor jagung diperkirakan akan meningkat sebesar 7,8 juta dalam laporan ini. Penjualan jagung global diperkirakan akan mengurangi rata-rata 600 ribu MT dengan perkiraan panen Brazil sebesar 2,2 MMT lebih kecil.

Jika produksi jagung terealisir turun, akan dapat menguatkan harga jagung berjangka.

Untuk pergerakan dolar AS diperkirakan masih menguat seiring penguatan data tenaga kerja AS pekan lalu

Non Farm Payrolls AS menambahkan 353 ribu pekerjaan pada bulan Januari 2024, dibandingkan dengan revisi naik sebesar 333 ribu pada bulan Desember, dan jauh di atas perkiraan pasar sebesar 180 ribu.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat bertahan pada angka 3,7% pada Januari 2024, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah konsensus pasar sebesar 3,8%.

Sedangkan penghasilan rata-rata per jam untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 19 sen, atau 0,6 persen, menjadi $34,55 pada bulan Januari 2024, di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022.
Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 4,5 persen.

Jika dolar AS berlanjut menguat, akan menekan harga jagung berjangka.

Dengan demikian perlu dicermati sentimen mana yang akan menguatkan atau menekan harga jagung pekan ini. Jika dolar AS terus menguat, akan menekan harga jagung. Sementara jika produksi jagung terealisir menurun, dan dolar AS melemah, akan menguatkan harga jagung. Harga jagung diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.40-$4.38. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.47-$4.51.