(Vibiznews – Commodity) Harga kopi Arabika di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan turun terpicu penguatan dolar AS mengatasi cuaca kering di Brazil yang menekan produksi tanaman kopi arabika sehingga meningkatkan harga kopi arabika.
Harga kopi arabika tertekan penguatan dolar AS pada awal pekan perdagangan hari Senin minggu lalu. Demikian juga mengakhiri akhir pekan hari Jumat, harga kopi terbebani penguatan dolar AS.
Yang menahan pelemahan harga kopi lebih lanjut adalah kondisi cuaca kering di Brazil yang akan dapat merusak tanaman kopi, sehingga menekan produksi dan menaikkan harga kopi arabika. Sentimen tersebut terjadi pada hari Senin, Selasa dan Rabu minggu lalu. Bahkan hari Selasa, harga kopi arabika naik tertinggi 1 bulan.
Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil menerima curah hujan sebesar 70,9 mm dalam seminggu terakhir, atau 85% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.
Secara mingguan harga kopi arabika berjangka kontrak bulan Maret 2024 melemah 0,98% pada posisi 191,95.
Untuk minggu ini, harga kopi Arabika akan mencermati perkembangan cuaca di Brazil dan pergerakan dolar AS.
Prakiraan Cuaca
Secara umum, cuaca di Minas Gerais, Brasil, akan sebagian besar cerah selama periode 5-9 Februari 2024
Pergerakan Dolar AS
Untuk pergerakan dolar AS diperkirakan masih menguat seiring penguatan data tenaga kerja AS pekan lalu
Non Farm Payrolls AS menambahkan 353 ribu pekerjaan pada bulan Januari 2024, dibandingkan dengan revisi naik sebesar 333 ribu pada bulan Desember, dan jauh di atas perkiraan pasar sebesar 180 ribu.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat bertahan pada angka 3,7% pada Januari 2024, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah konsensus pasar sebesar 3,8%.
Sedangkan penghasilan rata-rata per jam untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 19 sen, atau 0,6 persen, menjadi $34,55 pada bulan Januari 2024, di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022.
Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 4,5 persen.
Jika dolar AS berlanjut menguat, akan menekan harga kopi arabika berjangka.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi Arabika akan menghadapi sentimen tarik menarik cuaca kering di Brazil dan penguatan dolar AS. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 194,50-197,05. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 189,95-187,95.



