(Vibiznews – Commodity) Harga gandum berjangka di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) pada minggu lalu datar dengan adanya tarik menarik sentimen upaya profit taking menghadap aksi bargain hunting, juga penguatan dolar AS yang dibatasi perkiraan pengetatan produksi dan pasokan.
Pada hari Jumat akhir pekan minggu lalu harga kedelai berakhir melemah terbatas, tertekan penguatan dolar AS yang dibatasi perkiraan pengetatan produksi dan pasokan.
Indeks dolar AS melonjak setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek Federal Reserve.
Penguatan dolar membuat biji-bijian AS kurang kompetitif secara global, dan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menghambat pertumbuhan ekonomi dan permintaan komoditas.
Responden survei memperkirakan USDA akan memperketat pelaksanaan gandum di WASDE bulan Februari menjadi rata-rata 647,4 mbu. Perkiraan keseluruhannya adalah dari -23 hingga +25 mbu dari angka bulan Januari. Perkiraan rata-rata perdagangan untuk pengiriman gandum global adalah 260,5 MMT, atau lebih longgar 500 ribu.
Juga pada tanggal 8 Februari, StatsCan akan melaporkan Stok Gandum untuk bulan Desember. Perkiraan perdagangan rata-rata adalah 20,7 MMT gandum vs 23 MMT tahun lalu. Perkiraan keseluruhannya adalah dari 3,5 MMT lebih ketat hingga 1,1 MMT lebih ketat dibandingkan Desember 22. per bushel.
Pada awal pekan hari Senin minggu lalu harga gandum berakhir merosot terpicu aksi jual gandum secara luas.
Namun sehari setelah itu pada hari Selasa Harga gandum berakhir meningkat mengikuti tren kenaikan komoditas biji-bijian seperti jagung dan kedelai yang terdukung aksi bargain hunting.
Harga gandum pada minggu lalu berakhir turun tipis 0,03% pada $5.9975 per bushel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk minggu ini, hargagandum akan mencermati perkiraan prospek pengetatan produksi dan penguatan dolar AS.
Untuk perkembangan produksi, perlu terus dicermati prospek pengetatan produksi dan pasokan.
Responden survei memperkirakan USDA akan memperketat pelaksanaan gandum di WASDE bulan Februari menjadi rata-rata 647,4 mbu. Perkiraan keseluruhannya adalah dari -23 hingga +25 mbu dari angka bulan Januari. Perkiraan rata-rata perdagangan untuk pengiriman gandum global adalah 260,5 MMT, atau lebih longgar 500 ribu.
Untuk pergerakan dolar AS diperkirakan masih menguat seiring penguatan data tenaga kerja AS pekan lalu
Non Farm Payrolls AS menambahkan 353 ribu pekerjaan pada bulan Januari 2024, dibandingkan dengan revisi naik sebesar 333 ribu pada bulan Desember, dan jauh di atas perkiraan pasar sebesar 180 ribu.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat bertahan pada angka 3,7% pada Januari 2024, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah konsensus pasar sebesar 3,8%.
Sedangkan penghasilan rata-rata per jam untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 19 sen, atau 0,6 persen, menjadi $34,55 pada bulan Januari 2024, di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022.
Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 4,5 persen.
Jika dolar AS berlanjut menguat, akan menekan harga gandum berjangka.
Dengan demikian harga gandum diperkirakan akan menghadapi sentimen pengetatan produksi dan penguatan dolar AS. Harga gandum diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $6.09-$6.18. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.93-$5.87.



